Persebaya Jatuh Karena Dirinya Sendiri
By Redaksi Trengguli
Bukan kekalahannya yang bikin jengkel, tetapi cara Persebaya kalah yang menyesakkan. Selengkapnya di beritajatim.com.
Summarised by Redaksi Trengguli from beritajatim.com.

Ada kalanya kekalahan lebih menyakitkan bukan karena lawan bermain lebih bagus, melainkan karena tim sendiri yang memberikan hadiah emas. Itulah yang terjadi pada Persebaya dalam laga terakhirnya. Bukan sekadar kalah, melainkan cara yang sangat mengecewakan membuat hati setiap suporter terasa tercekik.
Performanya di lapangan menunjukkan ada potensi untuk bersaing, namun kesalahan-kesalahan fundamental yang seharusnya bisa dihindari menjadi batu loncatan bagi lawan untuk memanfaatkan peluang. Ini adalah jenis kekalahan yang paling membuat frustrasi—bukan karena overmatch, tetapi karena peluang besar terbuang sia-sia akibat ketidisiplinan atau konsentrasi yang hilang di momen-momen krusial.
Tentunya dialog internal di ruang ganti mesti dibuka. Pelatih dan pemain perlu duduk bersama menganalisis di mana letak kelemahannya. Persebaya memiliki kualitas untuk berkompetisi, tapi apa gunanya jika pada saat-saat penting justru tim sendiri yang menjadi musuh terbesar? Mental dan fokus menjadi pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan sebelum laga berikutnya.
Perjalanan musim ini masih panjang, dan kekalahan seperti ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran berharga. Asalkan Persebaya cepat bangkit dan belajar dari kesalahan, momentum positif masih bisa dibangun kembali. Bonek pasti akan terus mendukung, tapi yang diharapkan adalah Persebaya menunjukkan disiplin dan tanggung jawab untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.




Comments
0 comments
Sign in with Google to join the discussion.
No comments yet. Be the first!