Skip to content
Back to news
persebaya

Penalti Jadi Batu Loncatan, Persebaya Terkapar di Kandang PSM

By Redaksi Trengguli

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares kecewa setelah timnya kalah 0-1 dari PSM Makassar pada pekan keenam Super League 2026/2027. Selain kebobolan… Selengkapnya di KilasJatim.com.

7878 likes
Share

Summarised by Redaksi Trengguli from KilasJatim.com.

Kepahitan demi kepahitan terus menghampiri Persebaya di musim ini. Kali ini, Bajul Ijo harus menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi PSM Makassar pada gelaran pekan keenam Super League 2026/2027. Hasil ini tentu saja meninggalkan luka mendalam, apalagi ada momentum spesial yang terlewat begitu saja.

Trend negatif itu membuat pelatih Bernardo Tavares tidak bisa menyembunyikan rasa frustasinya. Alih-alih berbicara panjang lebar tentang kualitas lawan, fokus Tavares justru tertuju pada penalti—dua kali kesempatan emas yang gagal dikonversi oleh Persebaya. Dalam sepak bola, setiap peluang adalah harta yang berharga. Gagal memanfaatkannya bisa berarti perbedaan antara meraih poin penuh atau pulang dengan tangan kosong.

Sejak awal musim, Persebaya memang belum menemukan ritme permainan yang stabil. Kekalahan ini menjadi catatan penting bahwa tim perlu melakukan introspeksi mendalam, mulai dari eksekusi set piece hingga fokus mental di momen-momen krusial. Bernardo Tavares ditugaskan untuk menata ulang strategi agar Bajul Ijo bisa bangkit dari keterpurukan ini.

Bonek tentu menunggu respon positif dari skuad di pertandingan mendatang. Setiap laga berikutnya adalah kesempatan untuk meredam kekecewaan dan kembali menunjukkan identitas sejati Persebaya. Momentum yang hilang harus dikejar kembali dengan kerja keras dan mentalisasi yang kuat.

Comments

0 comments

Sign in with Google to join the discussion.

No comments yet. Be the first!