Skip to content
Back to news
persebaya

Dua Peluang Emas Terbuang, Persebaya Pulang Tangan Kosong dari Makassar

By Redaksi Trengguli

Dua kali gagal mengeksekusi penalti menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya saat takluk 0-1 dari PSM Makassar. Pelatih Bernardo Tavares pun menyoroti buruknya penyelesaian… Selengkapnya di ANTARA News Riau.

7676 likes
Share

Summarised by Redaksi Trengguli from ANTARA News Riau.

Persebaya kembali meninggalkan Parepare dengan kepala tertunduk setelah meraih hasil buruk melawan PSM Makassar. Dalam pertandingan yang berlangsung di markas PSM, Bonek harus menelan pil pahit dengan skor 0-1, padahal ada dua kesempatan emas dari titik putih yang gagal dikonversi menjadi gol.

Dua kegagalan eksekusi penalti menjadi catatan negatif yang sulit dilupakan dalam laga tersebut. Peluang untuk mengubah permainan ada di tangan pemain Persebaya, namun keduanya tidak mampu dimaksimalkan. Ini bukan sekadar statistik kosong—dua titik yang seharusnya bisa diraih kini hanya menjadi sesal mendalam bagi seluruh keluarga besar Persebaya.

Pelatih Bernardo Tavares tidak bisa menutup mata atas kenyataan pahit ini. Finishing yang tumpul dan ketidakmampuan mengeksekusi penalti dengan sempurna menjadi sorotan utama usai pertandingan. Tavares memahami bahwa di level kompetisi ini, setiap kesalahan kecil dalam penyelesaian akan membayar mahal. Ketika peluang besar datang, pemain harus siap dan tenang untuk mengubahnya menjadi gol—itulah standar yang diharapkan dari sebuah tim besar.

Perjalanan berlanjut dengan pembelajaran berharga: Persebaya perlu menajamkan finishing dan meningkatkan mental dalam momen-momen krusial seperti eksekusi penalti. Hanya dengan perbaikan nyata di aspek penyelesaian permainan, Bonek bisa kembali puas dengan pencapaian di kompetisi ini.

Comments

0 comments

Sign in with Google to join the discussion.

No comments yet. Be the first!