Lompat ke konten
Kembali ke berita
persebaya

Tavares Protes Pertahanan Bola Mati, Persebaya Kehilangan Poin Lawan Garudayaksa

Oleh Redaksi Trengguli

Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyoroti kurangnya agresivitas antisipasi bola mati usai ditahan imbang Garudayaksa FC 1-1 pada Sabtu. Selengkapnya di ChatNews.id.

Dirangkum oleh Redaksi Trengguli dari ChatNews.id.

Pertandingan melawan Garudayaksa FC pada Sabtu berakhir dengan hasil imbang 1-1, namun yang paling menggerogoti hati Bernardo Tavares bukanlah poin yang terlepas, melainkan cara timnya mengatasi situasi bola mati. Pelatih asal Portugal ini terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya agresivitas pemain Persebaya dalam mengantisipasi serangan dari set piece lawan.

Dalam analisisnya pasca laga, Tavares menekankan bahwa pertahanan bola mati merupakan aspek fundamental yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, tim harus lebih reaktif dan lebih garang saat menghadapi situasi-situasi seperti tendangan sudut atau free kick. Minimnya konsentrasi di lini pertahanan pada momen-momen kritis ini dinilai sebagai celah yang dapat dimanfaatkan lawan untuk meraih keuntungan.

Kedisiplinan dalam positioning dan komunikasi antar pemain pertahanan menjadi fokus perbaikan yang harus segera dibenahi. Tavares memahami bahwa di level kompetisi saat ini, kesalahan kecil dalam mengatur pertahanan bola mati bisa berakibat fatal. Harapannya, dalam pertandingan mendatang, Persebaya akan menunjukkan performa yang lebih solid dan antisipatif dalam menghadapi segala bentuk ancaman dari lawan.

Poin yang hilang melawan Garudayaksa menjadi pembelajaran berharga bagi skuad Bajul Ijo. Dengan perbaikan mental dan taktik, Persebaya diharapkan dapat bangkit dan meraih hasil maksimal di giuran pertandingan berikutnya. Kepercayaan diri dan disiplin akan menjadi kunci untuk kembali menemukan jalur kemenangan.