Persebaya Hormati Korban Tragedi Madiun dengan Doa Bersama di GBT
By Redaksi Trengguli
Laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026) sore, diawali dengan mengheningkan cipta. Selengkapnya di BeritaSatu.com.
Summarised by Redaksi Trengguli from BeritaSatu.com.

Laga Persebaya Surabaya versus PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu sore tidak dimulai dengan sorak-sorai biasa. Kehadiran duka dari peristiwa tragis di Madiun yang menewaskan empat suporter membuat seluruh peserta laga memilih untuk berdoa bersama sebelum pertandingan dimulai. Momen ini menjadi simbol penghormatan mendalam dari komunitas sepak bola Indonesia terhadap para korban.
Keputusan untuk mengheningkan cipta dan berdoa bersama mencerminkan nilai kemanusiaan yang masih dijunjung tinggi di tengah semangat kompetisi. Baik pemain, ofisial pertandingan, maupun ribuan suporter yang memadati GBT turut menghormati mereka yang telah tiada. Suasana stadion yang biasanya ramai dengan sorak-sorak berubah menjadi khidmat dan penuh sujud rasa.
Tragedi yang merenggut nyawa empat suporter adalah pengingat keras tentang risiko yang kerap terjadi dalam dunia sepak bola. Peristiwa seperti ini seharusnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh stakeholder, mulai dari klub, supporter, hingga penyelenggara untuk memastikan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Bonek dan komunitas sepak bola lainnya perlu terus menjaga solidaritas dan kesadaran kolektif ini.
Pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman pada hari itu bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga ruang berkumpul untuk bersama-sama mengenang dan berdoa. Momentum ini menunjukkan bahwa di balik persaingan sengit di lapangan, ada nilai-nilai kemanusiaan yang jauh lebih penting dan harus selalu dijaga.




Comments
0 comments
Sign in with Google to join the discussion.
No comments yet. Be the first!